Bongkar Kasus Subang, Tersangka Belum Jelas Meski Polisi Sudah Kantongi 2 DNA Diduga Pelaku, Ini Kata dr Sumy

- 16 Mei 2023, 11:45 WIB
Potret TKP Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Jawa Barat.
Potret TKP Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Jawa Barat. /Tiara Maulinda/Aksara Jabar/

AKSARA JABAR - Sudah hampir dua tahun, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat hingga kini belum juga menemui titik terang. Masih belum ada sosok yang ditetapkan sebagai tersangka.

Tim Ahli Forensik Polri, dr Sumy Hastry Purwanti pun kembali mengungkap kasus Subang yang menewaskan Tuti Herawati (55) dan Amelia Mustika Ratu (23) yang merupakan ibu dan anak.

Menjadi bintang tamu di acara podcast YouTube Deddy Corbuzier, dr Sumy menuturkan kerap jadi bulan-bulanan netizen yang meminta kejelasan mengenai kasus Subang. Namun, ia tidak tahu harus bagaimana, karena semua alat bukti dan hasil autopsi sudah diserahkan.

Baca Juga: Full Senyum, Dedi Mulyadi Pamer Foto Kebersamaan dengan Prabowo usai Mundur dari Golkar

Kasus Subang ini membuatnya mengaku perihal kasus yang susah diungkap hingga ia sampai angkat tangan. Saat ditanya Deddy, dr Sumy pun blak-blakan membahas kasus tersebut.

"Kasus Subang, saya dikejar netizen loh untuk kasus Subang yang tahun 2021 tuh, 18 Agustus," katanya dalam podcast yang tayang pada 10 Mei 2023 lalu.

Deddy pun heran kenapa kasus Subang ini belum terungkap dan menanyakan kenapa kasus ini membuat Sumy angkat tangan. 

"Kenapa angkat tangannya bu," tanya Deddy.

 

"Ya belum ditangkap pelakunya, belum ada, padahal saya udah autopsi kedua. Saya udah jelaskan, udah paparan, udah kasih clue-clue-nya, tapi ya belum ada tersangka sampai sekarang," ungkapnya.

Baca Juga: Habib Bahar bin Smith Ditembak Orang Tak Dikenal

"Kalau sebagai dunia di pekerjaan saya untuk menyajikan data, alat bukti, udah selesai, tapi saya gemes ya. Padahal menurut saya itu bisa," ujarnya menambahkan.

Tidak hanya melakukan autopsi sebanyak dua kali terhadap Tuti dan Amel, ia mengaku telah melakukan tes kecocokan DNA untuk menemukan pelaku. Namun, tetap saja sampai saat ini kasus Subang belum juga terungkap.

"Kita main DNA, DNA-nya udah (diambil) tapi nggak ada yang cocok. Kalau nggak ada yang cocok, kita cari dari DNA yang saksi-saksi itu, ternyata dari saksi-saksi itu juga nggak ada yang cocok," tuturnya.

"Kita tarik lah garis keturunan ibu, itu siapa yang tahu ada yang cocok nggak? ternyata belum dikerjakan," ucapnya menambahkan lagi.

Baca Juga: Final Sepak Bala SEA Games 2023 Indonesia vs Thailand Kapan, Jam Berapa, Live Dimana?

Selain itu, Sumy menyebut sudah mengantongi jam kematian korban. Namun, nampaknya hal itu juga tak banyak membantu polisi dalam pengungkapan hingga dirinya meminta maaf kepada Kabareskrim Polri.

"Terus saya bilang saya punya jam kematian loh, jam kematian dia dibunuh, memang jelas dia dibunuh kan karena saya kan autopsi, olah TKP," terangnya.

"Jam segini sampai jam, ini bukan sesuai visum yang saya tulis, pokoknya saya ngomong jam kematian. Ibu Tuti dibunuh jam 2.00 WIB sampai jam 4.00 WIB, Amel jam 4.00 WIB sampai jam 6.00 WIB," jelasnya.

"Saya bermain dong, di jam itu handphone siapa yang online, ambil lah DNA-nya. Kita di TKP sudah ada 2 DNA yang kita duga pelaku, yang asing, udah lah. Mohon maaf ya pak Kabareskrim," kata Sumy menambahkan.

Sumy pun seakan "mengiyakan" pernyataan Deddy Corbuzier terkait lambannya penanganan kasus Subang tersebut. Namun, hal itu tidak disampaikan secara gamblang olehnya.

"Berarti lamban dong?" kata Deddy.

"Gua gak ngomong, gak apa-apalah aku dipindah ke kamar mayat lagi," ujar Sumy menimpali.***

Editor: Andi Permana


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah