BOR di Jabar Naik Hampir 45 Persen, Pemprov Tambah 164 Tempat Tidur, Imbau Masyarakat agar Tetap Waspada

- 15 Februari 2022, 10:56 WIB
Tingkat keterisian tempat tidur atau BOR pasien Covid-19 di rumah sakit di Jawa Barat mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
Tingkat keterisian tempat tidur atau BOR pasien Covid-19 di rumah sakit di Jawa Barat mengalami kenaikan yang cukup tinggi. /Antara Foto/Arif Firmansyah.

AKSARA JABAR - Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) meningkat seiring kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) yang mengalami penambahan.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jabar, per 13 Februari 2022, BOR rumah sakit meningkat hingga 44.67 persen.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menambah ketersediaan tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19 sehingga kini total sebanyak 9.907.

Baca Juga: Densus 88 Buka Suara Terkait Penangkapan Terduga Teroris di Partai Ummat

Menurut Ketua Harian Satgas Covid-19 Jabar, Dewi Sartika, persentase itu masih di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 60 persen.

Meski begitu, Dewi meminta harus tetap waspada dan mengimbau kepada masyarakat yang terkena atau bergejala ringan untuk melakukan isolaasi mandiri.

"Namun kita tetap harus waspada meskipun masih di bawah batas maksimal WHO, 60 persen," kata Dewi Sartika.

"Kita tetap mengimbau masyarakat yang terkena dan bergejala ringan supaya melakukan isolasi mandiri di rumah atau di tempat isolasi terpadu yang ada di wilayah dengan pantauan puskesmas setempat," ujarnya.

Dewi mengungkapkan, Pemprov Jabar sudah melakukan berbagai langkah antisipasi, salah satunya dengan menjamin ketersediaan tempat tidur (TT) rumah sakit untuk pasien Covid-19.

Adapun total ketersediaan TT setelah penambahan dari Pemprov Jabar sebanyak 9.907, yang sejauh ini sudah terisi 4.425 TT.

Baca Juga: Persib Bandung vs PSIS, Robert Alberts: Semua Pemain Negatif Covid-19

"Jumlah 9.907 itu sudah mengalami penambahan sebanyak 164 tempat tidur, juga tentunya dengan semua fasilitas penunjang, termasuk ketersediaan oksigen. Namun yang kita harapkan tentu saja segala fasilitas yang kita siapkan, semoga saja tidak terpakai (karena penanganan terkendali)," ungkapnya.

Selain itu, Dewi juga menjelaskan keterisian TT di tempat isolasi nonrumah sakit.

Menurutnya, saat ini tempat isolasi nonrumah sakit di Jabar sebanyak 14 lokasi yang tersebar di kabupaten/ kota.

Hingga tanggal 13 Februari ada tujuh tempat isolasi yang sudah melaporkan pembaruan data, yaitu Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Cimahi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan BPSDM Jabar.

"Saat ini ada kenaikan keterisian tempat tidur di tempat isolasi khusus, update terakhir tanggal 13 Februari sebesar 38.76 persen atau sebanyak 395 tempat tidur yang terisi dari jumlah total 1.019 tempat tidur," ujarnya. ***

Editor: Tiara Maulinda

Sumber: Humas Jabar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah