Harga Minyak Dunia Mendekati Angka 57 Dolar AS Per Barel

- 13 Januari 2021, 09:25 WIB
Kilang minyak Chevron di Balikpapan
Kilang minyak Chevron di Balikpapan /DeskJabar/Kodar Solihat

AKSARAJABAR – Rencana Arab Saudi membatasi pasokan karena kehawatiran adanya peningkatan kasus virus Covid-19 di negara tersebut berimbas pada kenaikan harga minyak dunia mendekati angka 57 Dolar AS per barel pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu, 13 Januari 2021 pagi WIB.

Dilansir dari laman Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret naik 92 sen atau 1,7 persen, menjadi ditutup pada 56,58 dolar AS per barel setelah menyentuh level tertinggi sejak Februari lalu di 56,75 dolar AS. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terangkat 96 sen atau 1,8 persen, menjadi menetap di 53,21 dolar AS per barel.

Arab Saudi berencana untuk memangkas produksi dengan tambahan satu juta barel per hari (bph) pada Februari dan Maret untuk menjaga persediaan tetap terkendali.

Baca Juga: Dua Ekor Gorila di San Diego Dilaporkan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Pemotongan pasokan Saudi merupakan bagian dari kesepakatan yang dipimpin OPEC di mana sebagian besar produsen akan mempertahankan produksi stabil pada Februari. Pemangkasan rekor tahun lalu dari OPEC dan sekutunya membantu minyak pulih dari posisi terendah bersejarah yang dicapai pada April.

Tetapi kepatuhan OPEC+ dengan pembatasan produksi minyak yang dijanjikan turun menjadi 75 persen pada Desember, di antara level terendah sejak perjanjian pasokan dimulai pada Mei 2020, pelacak tanker Petro-Logistics mengatakan pada Selasa (12/1/2021), yang dapat membebani harga minyak.

Produksi minyak mentah AS juga diperkirakan turun 190.000 barel per hari (bph) pada 2021 menjadi 11,1 juta barel per hari, menurut laporan Badan Informasi Energi (EIA) yang dirilis pada Selasa (12/1/2021), penurunan yang lebih kecil dari perkiraan sebelumnya untuk penurunan 240.000 barel per hari.

Baca Juga: Ini Alasan dan Kronologi Twitter Tutup Permanen Akun Milik Donal Trump

“Penyimpanan di Cushing hanya 10,2 juta barel di bawah rekor tertinggi sepanjang masa, jadi tidak ada masalah dengan pasokan di sini di AS, tetapi kompleks tersebut menanggapi secara positif obrolan tentang kekurangan pasokan ini,” kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger.

Halaman:

Editor: Igun Gunawan

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X