Dapat Omzet Rp2,7 M dari Hasil Manipulasi Gas LPG Bersubsidi, Polres Subang Bekuk Empat Pelaku

- 2 September 2022, 15:50 WIB
Kapolres Subang AKBP Sumarni meminta pelaku mempraktekkan pengoplosan gas LPG bersubsidi.
Kapolres Subang AKBP Sumarni meminta pelaku mempraktekkan pengoplosan gas LPG bersubsidi. /AKSARAJABAR/Kanda

AKSARAJABAR- Sat Reskrim Polres Subang berhasil membekuk empat penjual gas LPG 12 kg dan 50 kg yang telah dimanipulasi dengan menggunakan gas LPG bersubsidi. 

Dalam praktek tersebut, para pelaku menyuntikan Gas LPG ukuran tabung 3 Kg ke dalam tabung gas 12 Kg dan 50 Kg dengan menggunakan regulator yang telah dimodifikasi.

Demikian yang disampaikan Kapolres Subang AKBP Sumarni, didampingi Wakapolres Subang Kompol Satrio Prayogo, Kasat Reskrim Polres Subang AKP Deni Nurcahyadi dan Kapolsek Pusakanagara Kompol Jusdi Jachlan dalam konferensi pers di Mapolres Subang, Jumat 2 September 2022.

Baca Juga: Kawal Gerakan Mengembalikan UUD1945 Naskah Asli, Ketua DPD RI: PSHT Harus Jadi Pertahanan Ideologi Pancasila

Kapolres Subang mengatakan, praktek penyuntikan gas LPG dari tabung 3 kg bersubsidi ke dalam tabung 12kg dan 50kg non subsidi, berlokasi di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang.

Kata AKBP Sumarni, pihaknya bersama Sat Reskrim Polres Subang dan Polsek Pusakanagara mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan sesuai laporan masyarakat. Hasilnya, mendapati aksi pengoplosan gas elpiji subsidi.

Para pelaku yang terlibat dalam pengoplosan gas bersubsidi tersebut adalah SA, warga Subang; SL, warga Pekalongan; CK, warga Jakarta, dan AR, warga Grobogan.

Baca Juga: Berani Tambang Tanah Tanpa Izin di Cipendeuy, Polres Subang Berhasil Ringkus Pelaku Usaha

"Mereka mempunyai peran masing-masing, dalam pengoplosan gas tersebut," tutur mantan Kapolres Sukabumi Kota tersebut.

SA, lanjutnya, berperan sebagai penyedia tempat produksi dan sebagian elpiji tabung 3 kg, serta kendaraan operasional; SL sebagai penyedia sebagian elpiji tabung 3 kg, dan 12 kg, serta mengawasi produksi di lokasi.

Kemudian CK, masih AKBP Sumarni, sebagai penyedia regulator yang telah dimodifikasi, tabung kosong ukuran 12 kg dan 50 kg, timbangan elektrik, serta pekerja produksi. AR sebagai yang angkut hasil produksi 12 kg dari lokasi ke gudang milik CK di Jakarta Selatan.

Baca Juga: Kapan Pendaftaran CPNS dan PPPK 2022 Dibuka? Ini Rincian Formasi Guru, Tenaga Kesehatan dan Dosen

"Para pelaku dalam sehari berhasil memproduksi dan memasarkan elpiji 12 kg dengan omzet Rp60 juta atau Rp2,7 miliar selama 1,5 bulan," ucap AKBP Sumarni.

Saat ini Polres Subang telah mengamankan barang bukti berupa 787 tabung gas elpiji ukuran 3 kg, 235 tabung gas elpiji ukuran 12 kg, lima tabung gas elpiji ukuran 50 kg, 44 buah regulator modifikasi, tiga kendaraan, satu timbangan elektrik dan lainnya.

Mereka dijerat Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf B dan C Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Jo Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 56 KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 60 miliar.***

Editor: Kanda Yusuf Abdillah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x