Pelanggar Perda KTR di Kota Bandung Bakal Mendapat Sanksi Sosial Hingga Denda Rp500 Ribu

- 25 Mei 2021, 20:08 WIB
Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Bandung, Nilla Avianty (pertama sebelah kiri) dalam kegiatan Bandung Menjawab.
Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Bandung, Nilla Avianty (pertama sebelah kiri) dalam kegiatan Bandung Menjawab. /Dok. Humas Pemkot Bandung/

AKSARA JABAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung akan menggencarkan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) agar masyarakat tidak merokok sembarangan.

Nantinya, masyarakat yang kedapatan melanggar Perda KTR bakal dikenakan sanksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Kota Bandung, Nilla Avianty menerangkan, sanksi bagi pelanggar Perda KTR akan diberikan secara bertahap.

Baca Juga: Satlantas Polrestabes Bandung Putar Balik 12 Ribu Lebih Kendaraan dan Tahan Travel Gelap Saat Larangan Mudik

Selain sanksi sosial berupa teguran, masyarakat yang diketahui melanggar Perda KTR juga akan mendapatkan sanksi administratif berupa denda.

"Sanksinya bertahap. Dari mulai teguran lisan, tertulis, kerja sosial, hingga denda administratif, jadi bermacam-macam," ujar Nilla, dalam kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa 25 Mei 2021.

Baca Juga: Link Live Streaming Nonton Ikatan Cinta, 25 Mei 2021: Makam Nindy Kosong Hingga Andin Harus Hamil 9 Bulan

"Kalau (denda) nominalnya itu sampai Rp500 ribu, dan ada juga untuk badannya," tegasnya.

Dalam Perda KTR, beber Nilla, setidaknya ada beberapa tempat yang tidak diperbolehkan menjadi area merokok sebagai perlindungan bagi perokok pasif.

Baca Juga: Peledakan Pertama Pembangunan Bendungan Pamukkulu, PT DAHANA Pastikan Proyek Terus Melaju di Masa Pandemi

‎"Ada delapan, fasilitas kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, transportasi umum, tempat kerja, dan lainnya," kata Nilla.

Saat ini, Dinkes Kota Bandung terus menggencarkan sosialisasi Perda KTR kepada masyarakat, sebelum nantinya benar-benar diterapkan di Kota Bandung.

Baca Juga: Jelang MotoGP Sirkuit Mugello, The Baby Alien Marc Marquez: Lebih Memilih Pensiun Jika Sudah Tak Kompetitif

"Kita dikasih waktu satu tahun setelah Perda ini disahkan dikeluarkan," terangnya.

Diketahui, Pemkot Bandung bersama DPRD Kota Bandung telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) KTR pada Jumat 30 April 2021.

Raperda yang kemudian disahkan menjadi Perda KTR dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan warga Kota Bandung.***

Editor: Bambang Hermawan

Sumber: Humas Bandung


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x