Stop Ekspor Bahan Mentah, Jokowi Minta Roadmap Batu Bara Segera Dipercepat

- 23 Oktober 2020, 10:46 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi /Tangkap layar channel YouTube Sekretariat Presiden

AKSARAJABAR- Wacana Pemerintah Indonesia untuk berhenti ekspor bahan mentah salah satunya batu bara untuk diberhentikan agar dipercepat.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas mengenai Peningkatan Nilai Tambah Batu Bara, Jumat (23/10) pagi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Dikutip Aksara Jabar dari aman resmi pemerintah setkab, Jokowi mengatakan, Indonesia harus beralih dari negara pengekspor bahan mentah menjadi menjadi negara industri yang mampu mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi.

Baca Juga: Jadwal Acara TV Indosiar Hari Ini, 23 Oktober 2020: Live Pop Academy: Top 40 Group 9 pukul 20.00 WIB

Jokowi menekankan pemerintah Indonesia harus mampu untuk mengembangkan industri turunan batubara. Seperti mulai dari industri peningkatan mutu (upgrading), pembuatan briket batu bara, pembuatan kokas, pencairan batu bara, gasifikasi batu bara, sampai campuran batu bara-air.

“Saya yakin dengan mengembangkan industri turunan ini, kita akan mampu meningkatkan nilai tambah dari komoditas berkali-kali lipat, mengurangi impor bahan baku yang dibutuhkan beberapa industri dalam negeri, seperti industri baja (dan) industri petrokimia, dan yang tidak kalah pentingnya tentu kita bisa membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Jokowi meminta agar penyusunan peta jalan atau roadmap peningkatan nilai tambah batu bara tersebut dipercepat.

“Saya minta roadmap optimalisasi pemanfaatan batu bara dalam negeri betul-betul dipercepat dengan penerapan teknologi yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Dalam penyusunan roadmap tersebut, harus ditentukan strategi dan target produk hilir yang akan dikembangkan, berapa banyak yang akan diubah menjadi gas serta berapa banyak akan diubah menjadi produk petrokimia.

Halaman:

Editor: Iing Irwansyah

Sumber: setkab


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah