Pembina Partai Gerindra Sebut Prabowo Subianto Merasa Dikhianati Edhy Prabowo

- 5 Desember 2020, 09:58 WIB
Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo dalam konferensi pers di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta, Jumat (4/12/2020).
Adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo dalam konferensi pers di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta, Jumat (4/12/2020). /Abdu Faisal/Antara

AKSARAJABAR - Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo mengatakan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, merasa dikhianati mantan ajudannya, Edhy Prabowo. Seperti diketahui Edhy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 25 November 2020.

"Pak Prabowo sangat marah, sangat kecewa, merasa dikhianati. Dan terus terang saja, dia bilang ke saya, secara bahasa Inggris, dia sangat kecewa dengan anak yang dia angkat dari selokan 25 tahun lalu dan ini balasannya ke saya," kata Hashim dalam konferensi pers terkait ekspor benih lobster di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta seperti dikutip AKSARAJABAR dari ANTARA. Sabtu, 5 Desember 2020.

Dikatakan dia, pernyataan Prabowo Subianto itu dibuat dalam bahasa Inggris, karena sudah 60 tahunan lebih dalam keseharian mereka menggunakan bahasa Inggris. Hashim mengatakan penyampaian Prabowo dalam bahasa Inggris itu sebagai berikut: "I pick him up from the gutter, and this is what he does to me."

Baca Juga: Kasus COVID-19 Meningkat, Pemkot Tangerang Berlakukan Kembali WFH bagi Pegawai

Hashim tak menampik dirinya sangat kenal baik dengan Edhy Prabowo. Hashim mengatakan pertama kali kenal Edhy 25 tahun lalu. Waktu itu, menurut dia, Edhy Prabowo adalah seorang pengangguran yang berperilaku baik. Namun, perilaku Edhy yang sekarang membuat penyesalan dalam diri Hashim. Sebab, pada waktu Menteri KP nonaktif itu tertangkap KPK pada Rabu (25/11), Partai Gerindra justru mendapat penghargaan partai politik yang paling informatif menurut Komisi Informasi (KI) dan mendapat penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin.

"Kami dapat penghargaan. Tapi penghargaan itu tidak disebut-sebut (lagi) oleh media karena skandal itu," kata Hashim.

Oleh karena itu, karena kejadian yang menimpa Edhy Prabowo ini, Hashim bertekad untuk mengawasi seluruh kader Partai Gerindra di Indonesia. "Kalian semua, saya pribadi, Hashim akan mengawasi semua kader-kader di Indonesia," tandas Hashim. ***

Editor: Igun Gunawan

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah