Teks Khutbah Idul Adha Singkat Terbaru 2022 Tentang Empat Pesan Utama Pelaksanaan Ibadah Kurban dan Implementa

- 29 Juni 2022, 18:19 WIB
Simak Naskah Khutbah Idul Adha 1443 H atau 2022 PDF, Tema Merenungi Hari Raya Idul Adha dan Hikmah Qurban
Simak Naskah Khutbah Idul Adha 1443 H atau 2022 PDF, Tema Merenungi Hari Raya Idul Adha dan Hikmah Qurban /Pixabay
AKSARA JABAR - Di dalam artikel ini terdapat teks Khutbah Idul Adha singkat terbaru 2022 tentang Empat Pesan Utama Pelaksanaan Ibadah Kurban dan Implementasinya.

Teks Khutbah Idul Adha singkat ini bisa dijadikan referensi bagi Anda yang hendak mengisi Khutbah Idul Adha sebagai Khatib.

Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan bahwa Sholat Idul Adha 2022 jatuh pada Sabtu 9 Juli 2022.

Sholat Idul Adha adalah sholat dua rakaat yang dikerjakan pada hari raya Idul Adha, yaitu setiap tanggal 10 Dzulhijjah.
 
Baca Juga: Link Streaming Sidang Isbat Penentuan 1 Dzulhijjah 1443 H untuk Penetapan Hari Raya Idul Adha

Berikut teks Khutbah Idul Adha singkat terbaru 2022 tentang Empat Pesan Utama Pelaksanaan Ibadah Kurban dan Implementasinya yang dikutip Aksara Jabar pada Rabu 29 Juni 2022, dari laman arsip.pa-manna.go.id karya Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Khutbah Pertama

اللهُ أَكْبَرُ ×٣ اللهُ أَكْبَرُ ×٣ اللهُ أَكْبَرُ ×٣ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

أَمَّا بَعْدُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

فيا عباد الله أوصيكم وإيّاي نفسي بتقوى الله حقّ تقاته فقد فاز المتقون

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.
Jamaah Shalat Idul Adha Yang Dimuliakan Allah.
 
Baca Juga: YouTube Downloader YTMP3 Convert Video MP4 to MP3 Tanpa Aplikasi Praktis Simpan ke Galeri

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt, yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan sehingga kita bisa hadir pagi ini dalam pelaksanaan rangkaian shalat Idul Adha. Hadirnya kita pagi ini bersamaan dengan hadirnya jamaah haji yang sedang menyelesaikan manasik haji di Tanah Suci.

Shalawat beriring salam untuk Nabi Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia serta para generasi penerus risalah dakwahnya hingga akhir zaman.

Dalam suasana pagi yang sakral dan khidmat ini seiring gema takbir, tahmid, tahlil dan tasbih berkumandang semenjak malam hingga pagi ini bahkan sampai hari tasyrik 11, 12 dan 13 Zulhijjah, semoga bisa menggugah dan membangkitkan gairah dan semangat jihad dalam menjalankan perintah Allah dan mampu meninggalkan larangan-Nya.
 
Baca Juga: Gaji Ke-13 ASN dan Pensiunan Dibayarkan awal Juli 2022, Simak Petunjuk Teknis Pembayarannya

Disamping itu khatib berwasiat, bahwa yang perlu diingat jika ingin menggapai hidup berbahagia, beruntung, selamat dunia dan akhirat tidak ada jalan lain kecuali dengan cara meningkatkan rasa ketaqwaan dan keimanan kepada Allah swt, serta jangan sekali-kali mati sebelum menjadi muslim sejati.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.
Jamaah Shalat Idul Adha Yang Dirahmati Allah.

Pagi ini sekilas kita akan mencoba mengkonstruksi ulang dan mengulas singkat sosok Nabi Ibrahim as beserta keluarganya sebagai figur yang pantas dijadikan suri tauladan (model) karena dalam perjuangan mereka selalu mendapat cobaan atau ujian dari Allah yang begitu banyak dan beragam macam coraknya. Walau terasa berat dirasakan, namun segala macam perintah Allah mereka laksanakan dengan ikhlas dan sempurna tanpa cacat sedikitpun. Di antara sekian banyak ujian dan cobaan itu ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk menyembelih atau mengorbankan putranya Ismail. Apapun resikonya, ternyata Nabi Ibrahim rela mengorbankan sementara Ismail pun menunjukkan kesediaan dan ketaatan karena melaksanakan perintah Allah swt. Bukti dari ketaatan dan kepasrahan serta pengorbanan dengan cara menyerahkan semua urusan hanya kepada Allah swt semata, meskipun dalam berbagai kesempatan syetan selalu membujuk dan menggoda agar mengurungkan niat suci mereka, sehingga Allah swt menggantinya dengan kibas dari surga. Atas dasar niat ikhlas peristiwa tersebut Allah abadikan dalam Al Quran surat Ash Shaffat ayat 102 dalam bentuk dialog antara ayah dan anak:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
 
Baca Juga: Link Y2mate, Download Video YouTube MP3: Converter YouTube to MP3 MP4 Gratis dan Sederhana

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.
Jamaah Shalat Idul Adha Yang Berbahagia.

Berkaitan dengan perintah qurban Nabi Ibrahim as itu, maka Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul akhir zaman telah melaksanakan shalat Idul Adha pertama kali tahun kedua Hijriyah berbarengan dengan penyembelihan hewan qurban, dalam rangka melestarikan dan mewarisi tradisi yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as. Sehingga Rasulullah bersabda saat itu agar melakukan ibadah qurban, karena qurban merupakan amal ibadah yang paling disukai Allah pada hari Nahr, sebagaimana bunyi hadisnya:

“Tidak ada sebuah amal perbuatan manusia pada hari Nahr (10 Dzul Hijjah) yang paling dicintai Allah swt, dari pada mengalirkan darah (menyembelih hewan qurban).”

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.
Jamaah Shalat Idul Adha Yang Dimuliakan Allah.
 
Baca Juga: Link Live Streaming Sidang Isbat Idul Adha 2022, Kemenag: Pentuan Posisi Hilal dan 1 Dzulhijjah 1443

Oleh karena salah satu amal utama dan sangat dicintai Allah swt, sangatlah wajar dalam kesempatan Idul Adha tahun ini kita akan kupas sebagai inti khutbah, karena ibadah qurban mengandung berbagai keutamaan, Nabi telah menjanjikan keutamaan menyembelih hewan qurban dengan sebutan 'bikuli sya’rotin hasanatan' artinya dari setiap helai bulu binatang qurban yang disembelih akan mendapat pahala satu kebaikan. Bahkan dengan berqurban akan menutup seseorang dari jilatan api neraka, sebagaimana pesan Nabi dalam sebuah hadis:

“Barang siapa yang menyembelih qurban dengan baik dan rela hatinya mengharap pahala dari Allah swt, maka qurbanya akan menjadi penutup baginya dari jilatan api neraka.”

Begitu penting pelaksanaan qurban, Nabi menganjurkan sekurang-kurangnya setiap rumah muslim ada satu orang melaksanakan qurban sebagaimana pesan beliau dalam sebuah hadis:

“Wahai sekalian manusia upayakan bagi setiap-setiap rumah dalam setiap tahun ada yang berqurban.”

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.
Ma'asyiral Muslimin dan Muslimat Rahimakumullah.
 
 
 
Baca Juga: Link Live Streaming Sidang Isbat Idul Adha 2022, Kemenag: Pentuan Posisi Hilal dan 1 Dzulhijjah 1443

Pesan-pesan terbesar dari peringatan pelaksanaan rangkaian Idul Qurban yang sedang kita rayakan hari ini, tentu bukan hanya sekedar memperingati peristiwa sejarah kemanusian dari keluarga Nabi Ibrahim as saja, namun lebih dari itu untuk membangkitkan semangat dan kesadaran dalam jiwa kita, yang harus siap berkorban untuk kebahagian diri sendiri dan untuk orang lain. Kita harus siap menyongsong keberhasilan dan peningkatan hidup dengan perjuangan dan pengorbanan.

Pelaksanaan ibadah qurban hari ini, sekurang-kurangnya ada empat pesan utama yang dapat kita petik dan sejauh mana kita mampu diimplementasikannya dalam kesehari-harian sebagai intisari khutbah pagi ini.

Pertama; Pesan utama ibadah qurban adanya nilai tauhid, sebagai perwujudan sebuah perjuangan monoteisme yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as, ternyata ibadah qurban mengandung unsur ketauhidan. Unsur ketauhidan dari aspek ibadah qurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as dengan jalan mengorbankan Ismail telah mengajarkan kepada kita agar bertauhid yang benar. Nabi Ibrahim dan keluarganya mampu membebaskan dirinya dari penghambaan terhadap materi dalam hal ini anak yang dicintainya menuju penghambaan hanya kepada Allah semata. Melalui pesan ibadah qurban ini mereka mampu memperlihatkan keimanan, ketundukan dan ketaatannya hanya kepada Allah Pemilik Alam Semesta. Nabi Ibrahim telah berhasil melepaskan diri dari kelengkapannya terhadap dunia, baik jasad, jiwa, hati, maupun ruhnya, karena kelengketan terhadap dunia akan menjadi penghalang seseorang untuk melakukan pengorbanan, ketaatan maupun kepatuhan dalam menjalankan perintah Allah swt. Kepasrahan Nabi Ibrahim kepada Allah terlihat dalam lantunan doanya:

“Kuhadapkan mukaku, kepada yang menjadikan langit dan bumi, aku cenderung lagi berserah kepada Allah dan bukanlah aku dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku kuserahkan hanya pada Allah tuhan seru sekalian alam. Sekali-kali tidaklah aku menyekutukanNya. Dan dengan demikian aku ditugaskan, dan aku adalah dari golongan orang-orang Muslim (Islam)”.

Nilai tauhid yang ada dalam kisah qurban adalah pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim diperuntukan hanya untuk Allah semata tidak untuk selain-Nya. Kisah qurban ini menegaskan penyangkalan dan pelarangan melakukan ibadah qurban yang dilaksanakan untuk sesembahan selain Allah, seperti melakukan qurban yang diperuntukan bagi sesuatu agar tidak ditimpa bencana, atau melakukan qurban yang diperuntukan bagi sesuatu yang akan mendatangkan manfaat, padahal yang dapat menimpakan bencana dan mendatangkan manfaat hanyalah Allah semata.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.
Ma'asyiral Muslimin dan Muslimat Yang Berbahagia.

Kedua: Ibadah qurban membawa pesan spiritualitas. Ibadah qurban merupakan salah satu instrumen atau sarana untuk pembuktian sejauh mana keimanan seseorang kepada Allah swt. Bentuk rasa keimanan seseorang juga meliputi keikhlasan, artinya harus murni dilakukan semata-mata mengharap ridha Allah dan dalam rangka menjalankan perintah-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam Quran surat Al Kautsar ayat 1-3:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus (dari rahmat Allah”.

Berkurban bukan karena rasa malu kepada masyarakat jika tidak berkurban karena kita orang mampu, atau karena orang mampu ingin dilihat sebagai orang yang rajin melaksanakan ibadah, dimaksudkan untuk pencitraan semata, jika berkurban seperti itu tidak akan pernah diterima disisi Allah swt dan ibadahnya dapat dikatakan tidak ada di dalamnya unsur spiritual, bahkan ibadah yang seperti itu akan mendapat dosa dari apa yang telah diperbuat. Oleh karenanya, ketika melaksanakan ibadah qurban dituntut adanya keikhlasan yang tumbuh dari lubuk hati yang dalam, sehingga diterima Allah swt sebagai amal sholeh. Berqurban diharapkan dapat menumbuhkan dan mengasah rasa keikhlasan dalam agama.

Rasa keimanan juga meliputi ketaatan, dengan arti kata ibadah qurban harus dilaksanakan atas dasar ketaatan kepada perintah Allah swt dan bukan atas ketaatan kepada selain-Nya. Dengan berqurban dapat meningkatkan ketaatan kepada Allah dalam segala bentuk ketaatan, baik dalam menjalankan perintah Allah, maupun ketaatan dalam menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam kesendirian ataupun keramaian, dalam suasana susah atau gembira. Bahkan yang terpenting dari rasa keimanan adanya semangat pengorbanan, pengorbanan yang direfleksikan dalam bentuk materi yang kita persembahkan, yaitu hewan ternak, yang dengannya kita telah mengeluarkan harta yang dicintai demi melaksanakan perintah Allah. Ritual ibadah qurban telah melatih kita untuk selalu siap berkorban, sebagaimana halnya Nabi Ibrahim as yang rela mengorbankan anak yang dicintainya, demi menjalankan perintah Allah.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.
Ma'asyiral Muslimin dan Muslimat Yang Dimuliakan Allah.

Ketiga: Melalui ibadah qurban telah memesankan kepada manusia adanya kepekaan sosial. Dalam ibadah qurban juga terdapat nilai-nilai sosial, karena setiap ibadah yang Allah syariatkan untuk hamba-Nya terkandung nilai-nilai sosial, karena Islam adalah agama yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial, sehingga banyak kita temukan baik dalam al Quran maupun hadits yang terkandung di dalamnya nilai-nilai sosial-kemanusiaan, seperti melaksanakan ibadah qurban, menyantuni anak yatim, memberi makan fakir miskin, dan lain sebagainya.

Oleh karena tujuan utama pelaksanaan qurban bukan hanya sekedar ibadah semata untuk meraihi pahala akhirat, tapi juga bertujuan bagi kemaslahatan umat manusia di dunia yaitu saling membagi antar sesama makhluk sosial. Yang barangkali kita saban hari bisa menikmati lezatnya daging kambing, sapi dan kerbau, namun belum tentu bagi saudara kita yang lain karena keterbatasan ekonomi, saat momen hari Idul Qurban ini barangkali mereka bisa terhibur dengan menikmati daging qurban yang kita bagikan untuk mereka.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.
Ma'asyiral Muslimin dan Muslimat Yang Terhormat.

Keempat: Ibadah qurban juga mengandung pesan moral yang ditunjukan dengan simbol-simbol yang ada dalam ritual ibadah qurban. Sejarah mencatat pelaksanaan qurban Nabi Ibrahim as merupakan pesan sejarah yang penuh dengan nilai pengorbanan. Coba bayangan ketika Nabi Ibrahim diperintahkan Allah swt untuk mengorbankan anaknya Ismail, dibayang-bayangi hilangnya sebuah generasi yang tak lain adalah darah dagingnya sendiri. Orang bijak pernah mengatakan, anak jauh lebih berharga daripada harta benda, lebih baik kehilangan harta benda daripada kehilangan anak, apalagi jika anak itu merupakan anak yang dicintai dan selalu dinanti-nantikan kehadirannya untuk melanjutkan keturunan sebagaimana halnya Ismail yang dipersiapkan sebagai putra mahkota untuk melanjutkan perjuangan Nabi Ibrahim as. Kepasrahan dan kerelaan Nabi Ibrahim dalam mengorbankan anaknya yang dicintai secara otomatis menandakan kerelaannya pula dalam mengorbankan segala hal yang dimilikinya semata-mata karena ingin memperoleh ridha Tuhannya.

Sangat tidak berlebihan rasanya bahwa sikap rela berkorban dalam pelaksanaan ritual ibadah qurban mengandung makna sangat penting, merupakan salah satu bentuk sikap moral yang apabila diaplikasikan oleh berbagai lapisan masyarakat dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan kehidupan manusia dewasa ini. Adanya keinginan si kaya yang mau berkorban dengan hartanya untuk membantu si miskin tentu akan memberikan solusi bagi mengentaskan kemiskinan, dan pemisah jurang antara orang mampu dengan yang kurang mampu, sehingga akan tumbuh sifat saling sayang menyayangi antar sesama hamba Allah.

Pesan moral bagi seorang pemimpin yang rela berkorban ditunjukan melalui kebijakan-kebijakannya yang mengandung kemaslahatan bagi seluruh masyarakat, bukan hanya kemaslahatan pribadi dan golongan tertentu. Yang terpenting bagi yang melakukan ibadah qurban harus menumbuhkan sikap rela berkorban baik harta, jiwa, maupun tenaga dan pikirannya untuk menjalankan apa yang Allah perintahkan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim.

Pesan moral dari penyembelihan binatang qurban adalah binatang merupakan simbol keburukan yang ada pada diri manusia, sifat keburukan yang ada pada diri selalu diidentikan dengan sifat-sifat kebinatangan yang harus dibuang oleh manusia. Allah dalam beberapa ayat Al Qur’an mengumpamakan sesuatu yang buruk yang ada pada diri manusia dengan binatang bahkan diumpamakan lebih sesat dari binatang ternak. Melalui pesan moral ibadah qurban mengibaratkan sifat dan karakter kebinatangan yang tidak mempunyai aturan, yang menghalalkan segala cara demi memuaskan nafsunya meskipun harus menzalimi yang lain, harus dihapuskan dari dalam diri manusia.

Bukankah ketika Nabi Ibrahim as, akan menyembelih Ismail, kemudian Allah, mengganti dengan seekor kibas, mengandung pelajaran agar kita menghormati nyawa manusia. Juga mempunyai makna pembebasan manusia dari kesewenang-wenangan manusia atas manusia lainnya. Ketika Allah mengganti Ismail dengan seekor kibas, tersirat pesan yang menyatakan agar manusia tidak lagi menginjak-injak harkat, martabat dan derajat manusia.

Demikian yang dapat khatib sampaikan semoga ada manfaatnya. Dan marilah kita akhiri khutbah ini dengan memanjatkan doa kehadirat Allah swt, semoga doa kita diijabah-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الاَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ

Khutbah kedua

Allahu akbar 5X wa lillahil-hamd

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ وَبِه نَسْتَعِيْـنُ عَلـى أُمُـوْرِ الدُّنْيَـا وَالدِّيْـنِ

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

فيا عباد الله أوصيكم وإيّاي نفسي بتقوى الله حقّ تقاته فقد فاز المتقون

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

Lanjutkan Doa

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين

عِبَادَالله! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

.***

Editor: Iing Irwansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah