Sikapi Keputusan Kontroversial Impor 1 Juta Ton Beras, Yasin Limpo Instruksikan Tim Terpadu Serap Gabah Petani

- 17 Maret 2021, 16:25 WIB
Tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani siap disebar Mentan Yasin Limpo ke seluruh Indonesia untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah petani saat panen raya.
Tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani siap disebar Mentan Yasin Limpo ke seluruh Indonesia untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah petani saat panen raya. /Instagram/@syasinlimpo/

AKSARA JABAR– Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo instruksikan Tim Terpadu untuk bisa menyerap gabah di tingkat petani. Hal itu sebagai langkah antisipasi setelah anjloknya harga gabah dari petani saat ini.

Sementara itu sebagaimana kabar yang beredar di masyarakat, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengeluarkan keputusan kontroversial dengan memerintahkan melakukan impor satu juta ton beras.

Baca Juga: Link Live Streaming Chelsea vs Atletico Madrid di Liga Champions 18 Maret 2021

Padahal berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi padi atau gabah kering giling (GKG) pada Januari hingga April 2021 tercatat sebesar 25,37 juta ton. Angka tersebut meningkat 26,88 persen dari produksi Januari-April 2020 yang hanya sebesar 19,99 juta ton.

Apalagi keputusan untuk membuka kran impor beras itu menjadi sangat tidak tepat mengingat, Indonesia tengah menghadapi masa panen raya.

Melalaui postingan Instagram @syasinlimpo yang diunggah pada Rabu 17 Maret 2021, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan jajarannya untuk membentuk Tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani untuk menstabilkan harga gabah di tingkat petani.

Baca Juga: Persiapan PON XX di Papua, Ridwan Kamil Sediakan 2.000 Dosis Vaksin bagi Atlet dan Perangkat yang akan Berlaga

“Tim Terpadu ini terdiri dari Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bulog, Kodim, Polres, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Pepadi) dan Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling). Tim ini akan membeli gabah di tingkat petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP),” ungkap Yasin dalam postingannya.

Adanya Tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani, dia menyebutkan, saat ini sudah bergerak di lapangan untuk mengendalikan permasalahan anjloknya harga gabah dari petani.

Halaman:

Editor: Igun Gunawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah