Massa Geruduk Polres Tuntut Rizieq Shihab Dibebaskan, NasDem Sebut Itu Ungkapan Solidaritas

- 14 Desember 2020, 12:18 WIB
Habib Rizieq Shihab berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12/2020) dini hari
Habib Rizieq Shihab berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12/2020) dini hari /ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.

AKSARAJABAR- Politikus Partai Nasdem yang saat ini jadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menyebut massa FPI yang menggeruduk kantor polisi di Ciamis dan Ketapang hanya sebagai bentuk kepedulian jamaah atas kasus hukum yang menimpa tokoh yang mereka anut.

Menurut Pendiri dan Presiden Brotherhood Club Indonesia (BCI) itu, kesediaan ratusan massa yang minta ditahan polisi untuk menggantikan posisi Rizieq Shihab hanya sebuah solidaritas saja, tak mencerminkan kriminalisasi atau tindakan hukum yang direkayasa kepolisian.

“Itu kan bentuk kepedulian saja. Normal saja, kan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) panutan mereka. Tidak ada urusan dengan hal lain,'' kata Ahmad Sahroni di Jakarta, Senin, 14 Desember 2020.

Baca Juga: Resmi Ditahan, Begini Kondisi Terbaru Habib Rizieq

Mantan Presiden Ferari Owners Club Indonesia (FOCI) itu menjelaskan, siapapun boleh berdemo dan menyatakan ketidaksetujuannya atas apa yang terjadi. Namun, ia mengingatkan, bila protes sudah mengarah pada kekerasan atau tindakan merusak, aparat kepolisian sudah wajib menindak dengan tegas.

“Boleh saja FPI melakukan unjuk rasa. Tetapi apabila sudah melakukan tindakan vandalisme dan mengancam pihak kepolisian, maka pihak kepolisian harus bertindak tegas,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) itu menyarankan, sebaiknya pembelaan kepada Rizieq Shihab dilancarkan dengan cara yang sesuai dengan hukum Indonesia, misalnya dengan menyiapkan pengacara terbaik untuk membela MRS di hadapan majelis hakim di pengadilan.

“Namun saya menyarankan agar pihak FPI membela MRS lewat koridor yang benar, elegan, dan tidak menimbulkan keonaran,” pungkasnya.

Baca Juga: Mendagri Bisa Copot Kepala Daerah, LAWAN Institute Sebut Rezim Bidik Anies dan Ridwan Kamil

Halaman:

Editor: Iing Irwansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah