Makan Nasi saat Diet? Jangan Takut, Simak Tips dari dr Ema Surya Pertiwi Cara Makan Nasi bagi yang Sedang Diet

- 6 Januari 2023, 11:38 WIB
dr Ema Surya Pertiwi memberikan tips cara makan nasi yang baik bagi orang yang sedang menjalankan program diet sehat.
dr Ema Surya Pertiwi memberikan tips cara makan nasi yang baik bagi orang yang sedang menjalankan program diet sehat. /Tangkap layar @YouTube.com/ @emasuperr

AKSARA JABAR - Saat menjalankan program diet, tentu sebagian orang ada yang menghindari nasi sebagai makanan yang wajib dihindari.

Hal itu dilakukan agar diet yang dijalankan berjalan normal dan berat badan yang diinginkan (cepat kurus) bisa tercapai.

Padahal, nyatanya makan nasi tetap diperbolehkan saat diet asalkan mengonsumsinya tidak secara berlebihan.

Lantas sebebrapa banyak makan nasi saat diet? Berikut tips makan nasi saat diet tanpa takut berat badan tidak turun dari dr. Ema Surya Pertiwi.

Dikutip AksaraJabar.com dari kanal YouTube Emasuperr melalui video yang diunggah pada 24 Maret 2020, berikut tips dari dr. Ema Surya Pertiwi tentang cara makan nasi bagi orang yang sedang diet.

dr. Ema mengatakan jika orang yang sedang diet sangat boleh untuk makan nasi, pasta ataupun kentang, asalkan cara mengolahnya dilakukan dengan baik dan benar.

Baca Juga: Simpel dan tidak Ribet, Diet ala dr Ema Surya Pertiwi Bisa Bikin Tubuh Cepat Kurus, Cukup Konsumsi Makanan Ini

Pengolahan yang tepat bertujuan agar berat badan tidak bertambah.

Nasi, pasta, ataupun kentang disebut sebagai pati. Pati itu sendiri memiliki glukosa yang tinggi ketika diserap oleh tubuh.

Biasanya rata-rata makanan tersebut memiliki indeks glikemik 50-80%, sehingga ketika dikonsumsi akan dengan cepat meningkatkan kadar gula darah.

Ketika kadar gula darah meningkat, ini akan menyebabkan merasa lapar lagi dan meningkatkan asupan lemak sehingga dapat menggagalkan diet.

Namun, hal itu dapat terjadi jika mengkonsumsi nasi dalam bentuk hangat.

Kadar gula pada nasi yang masih panas lebih tinggi, sehingga menyebabkan kenaikan gula darah dengan tajam.

Hal tersebut tidak berlaku hanya untuk nasi, semua sumber pati akan semakin meningkatkan gula darah dalam tubuh ketika dikonsumsi saat hangat.

Baca Juga: Suka Ramal Artis, Hard Gumay Ternyata Tak Bisa Ramal 5 Orang Ini

Agar bisa makan nasi saat diet yaitu dengan cara mendinginkannya terlebih dahulu selama 8-24 jam. Dengan mendinginkan terlebih dahulu, ini bisa meningkatkan serat pati pada nasi.

Serat pati ketika dikonsumsi tidak bisa dicerna oleh usus. Selain itu, juga sangat bagus untuk perkembangan bakteri baik di usus.

Serat pati itu sendiri juga bisa mendorong bakteri untuk lebih banyak memroses lemak, karena bakteri tersebut tidak mendapat karbohidrat untuk diproses.

"Caranya yaitu dinginkan nasi selama 8-24 jam, dengan memasukkan ke dalam kulkas pada suhu minimal 4 derajat celcius. Besoknya kalian keluarkan, dan diamkan terlebih dahulu baru dikonsumsi," jelas dr. Ema Surya Pertiwi.

"Tidak hanya pada nasi, pada pasta, pada kentang pun seperti itu," lanjut dr. Ema Surya Pertiwi.

Ketika melakukan hal itu pada nasi, pasta, ataupun kentang, ini akan meningkatkan serat pati pada karbohidrat dan menurunkan kadar gula dalam nasi.

Baca Juga: Cara Mudah Membersihkan Corkcicle, dengan 2 Bahan yang Mudah Didapatkan!

"Dengan melakukan proses ini akan meningkatkan serat pati tambahan pada karbohidrat, dan menurunkan kadar gulanya," ungkap dr. Ema Surya Pertiwi.

Sehingga, nasi atau pasta yang sudah didinginkan dengan cara ini sangat cocok dan aman untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang diet ataupun bagi penderita diabetes.

Oleh karena itu, ketika sedang diet, mengonsumsi serat pati sangat efektif untuk penurunan berat badan.

Tidak hanya itu, bagi penderita diabetes, serat pati tambahan bisa meningkatkan sensitivitas insulin pada tubuh, sehingga bisa mengontrol gula darah menjadi lebih stabil.

Maka dari itu, ketika sedang diet dan ingin mengkonsumsi nasi, ini masih bisa dilakukan. Asalkan cara pengolahannya dilakukan dengan benar.***

Editor: Andi Permana


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah