Naikan Pajak Import, India Ingin Kuasai Pasar Apple

- 20 Desember 2022, 13:18 WIB
Desain render iPhone SE 4 terbaru, Apple kabarnya masih belum memutuskan apakah ponsel ini membawa banyak Upgrade ataupun tidak
Desain render iPhone SE 4 terbaru, Apple kabarnya masih belum memutuskan apakah ponsel ini membawa banyak Upgrade ataupun tidak ///YouTube// ZONEofTECH

AKSARA JABAR - India berambisi ingin menguasai pangsa pasar Apple di negaranya. Analis di JPMorgan memperkirakan India akan memiliki 6% kapasitas produksi iPhone pada 2022, dan sisanya akan tetap di kuasai China.

Memuluskan keinginannya itu, India menerapkan taktik menaikan pajak import untuk mendorong perusahan-perusahan seluler mendirikan pabrik mereka di India.

Sepertinya India ingin segera lepas sehingga tidak lagi menjadi importir ponsel karena pembuat handset beranggaran rendah seperti Xiaomi China dapat memproduksi perangkat murah yang cukup secara lokal untuk memenuhi terhadap permintaan domestik yang melonjak.

Baca Juga: Wakil Bupati Subang Pimpin Briefing Staf, Ajak Seluruh Stakeholder Aktif Selama Porprov Jabar 2022

Baca Juga: Rancangan Undang-Undang Amerika Serikat Masukan Usulan Larang Instal TikTok

Baca Juga: Sinopsis Aura SCTV hari ini, 20 Desember 2022, Dua Pria Selalu Melindungi Aura Dari Maut

Insentif terkait produksi New Delhi terbaru dan murah dirancang untuk menangani pasar premium untuk produk seharga lebih dari 15.000 rupee, sekitar $180 atau Rp2.8 Juta (kurs Rp15.603).

Insentif dan subsidi lainnya sebagian mengkompensasi inefisiensi di India, di mana permintaan untuk perangkat yang lebih mahal perlahan meningkat.

Telepon yang biaya pembuatannya $100 dapat diproduksi seharga $80 di China, $89 di Vietnam, dan $92 di India, dengan memperhitungkan subsidi lokal dan biaya lainnya, menurut Asosiasi Seluler & Elektronik India. Apple akan terus bergantung pada China juga karena India membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuat komponen utama, termasuk papan sirkuit jadi yang dapat terdiri dari setengah nilai suku cadang yang masuk ke handset.

Halaman:

Editor: Igun Gunawan

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah