Usai Diskusi Bersama Aktifis 98, Wasekjen PKB Beri Penjelasan Lengkap Soal Subsidi BBM dan Tunjangan Ibu Hamil

- 11 September 2023, 08:53 WIB
Usai Diskusi Bersama Aktifis 98, Wasekjen PKB Beri Penjelasan Lengkap Soal Subsidi BBM dan Tunjangan Ibu Hamil.
Usai Diskusi Bersama Aktifis 98, Wasekjen PKB Beri Penjelasan Lengkap Soal Subsidi BBM dan Tunjangan Ibu Hamil. /Dok PKB

Aksara Jabar - Wasekjen DPP PKB Syaiful Huda memberikan keterangan lengkap soal program perjuangan PKB yang tengah ramai diperbincangkan publik yaitu seputar subisidi BBM dan tunjangan ibu hamil.

Hal tersebut disampaikan Huda usai mengisi materi sebagai narasumber dalam Konsolidasi dan Diskusi Aktivis Lintas Generasi bersama sejumlah aktivis 98 yang dilaksanakan Perkumpulan Indonesia Muda (PIM) dan Lingkar Pena Jawa Barat pada Minggu, 10 September 2023 di Mabes Rakyat, Jalan Laswi, Kota Bandung.

Huda menjelaskan ada lima program kerja yang tengah didorong oleh PKB, yang pertama adalah menaikan anggaran dana desa menjadi Rp5 Milyar per-desa, per-tahun.

Baca Juga: Program Membangun Desa, KKN PTM2D LLDIKTI Libatkan 7 Universitas Jabar-Banten

"Kita akan perjuangkan supaya dana desa naik jadi 5 Miliar per-desa, per-tahun, kita ingin merubah pembangunan dari bawah janga dari atas terus," kata Syaiful Huda kepada wartawan.

Selanjutnya, program kerja yang diperjuangkan oleh PKB adalah menurunkan harga BBM semurah-murahnya bagi pemilik sepeda motor dan angkutan umum.

"Ini kami menyebutnya perbaikan skema subsidi BBM yang selama ini bocor, masih dipake di pabrik-pabrik, masih dipake oleh orang orang yang semestinya tidak menggunakan subsisdi BBM itu," ujar dia.

Baca Juga: Subang Dilanda Kekeringan, Bupati Gandeng Perumda TRS Salurkan Air Bersih ke Warga Kampung Cigintung Ciater

Ia menjabarkan salah satu jenis BBM yang disubsidi adalah jenis Pertalite, dimana Pertalite yang sekarang harga Rp.10.000 disubsidi sebesar Rp.3.500, namun demikian subisidi ini belum tepat sasaran.

"Yang punya kendaraan roda empat itu pake Pertalite gak pake Pertamax, terus korporasi atau pabrik juga pake juga, artinya tidak tepat sasaran," ujar dia.

Halaman:

Editor: Iing Irwansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah