Wartawan Kerja Tanpa Alat Pelindung, AJI Minta Perusahaan Media Lindungi Jurnalis dari Covid-19

- 25 Desember 2020, 18:37 WIB
Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Abdul Manan
Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Abdul Manan /Twitter AJI Indonesia/

AKSARAJABAR- Menanggapi makin ganasnya angka positif corona, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Abdul Manan mengingatkan pada segenap perusahaan media atau pers agar membekali awak persnya dengan perlindungan maksimal dari bahaya Covid-19.

Permintaan tersebut, ungkap Abdul Manan, sebab wartawan setiap harinya mesti pergi kemana-mana, menemui narasumber dan berinteraksi dengan banyak orang demi membikin berita yang dikonsumsi oleh publik.

''Secara global, virus ini telah menginfeksi hampir 80 juta manusia dan menewaskan 1,7 juta jiwa. Di Indonesia, jumlah kasus Covid-19 hampir menyentuh angka 700.000 kasus dengan korban meninggal lebih dari 20.000 jiwa,'' kata Abdul Manan dalam siaran pers yang diterima Aksara Jabar, Jumat, 25 Desember 2020.

Baca Juga: Pengurus dan Anggota Aliansi Wartawan Subang Resmi Dikukuhkan

Di tengah situasi krisis seperti saat ini, papar Abdul, media sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi yang terpercaya dan melakukan literasi publik terkait pandemi.

Dalam melaksanakan tugasnya, ucapnya, para pekerja media sangat rentan tertular virus Corona. Pekerja media juga rawan menularkan virus tersebut ke orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarga. Oleh karena itu, perusahaan media wajib memberikan perlindungan ekstra kepada para pekerjanya.

''Berdasarkan hasil survei Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bersama International Federation Journalists (IFJ) pada 27 Oktober-13 November 2020, dari total 792 pekerja media yang menjadi responden, sebanyak 63,2 persen mengaku tidak dibekali alat pelindung diri (APD) dari perusahaannya. Hanya 36,8 persen responden yang menyatakan dibekali APD,'' bebernya.

Riset itu, terang Abdul, juga menemukan bahwa masih sedikit media yang memberikan fasilitas rapid test maupun swab test (PCR). Sebanyak 63,8 persen responden mengaku perusahaannya tidak menyediakan layanan tes Covid-19 dan hanya 23,9 persen yang mengatakan ada layanan tes Covid-19.

Namun, yang tidak kalah penting dilakukan adalah upaya pencegahan dan penanganannya. Apabila di lingkungan media diketahui ada pekerja media yang positif Covid-19, maka perusahaan media wajib melakukan tindakan segera dan menyampaikan kepada otoritas kesehatan guna kepentingan penelusuran kontak (tracing).

Halaman:

Editor: Iing Irwansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah