Bos Twiiter Elon Musk Keluhkan Kebijakan Apple, Merasa Terbebani Pajak 30%

- 30 November 2022, 13:06 WIB
Foto Elon Musk dan logo Twitter terlihat melalui kaca pembesar dalam ilustrasi ini diambil 4 November 2022.
Foto Elon Musk dan logo Twitter terlihat melalui kaca pembesar dalam ilustrasi ini diambil 4 November 2022. /REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

AKSARA JABAR - Bos Twitter, Elon Musk tampaknya ingin mengadakan perubahan perubahan baru di Twitter. Pemilik baru jejaring sosial itu bahkan tampaknya sangat ingin untuk dapat menguasai Apple.

"Tahukah Anda bahwa Apple mengenakan pajak 30% rahasia untuk semua yang Anda beli melalui App Store mereka?" bunyi cuitan Bos Twitter melalui akun @elonmusk. Selasa 29 November 2022.

Pajak yang tinggi tersebut membuat Musk harus dapat meningkatkan profitabilitas Twitter untuk membayar hutang pembeliannya. Disisi lain pendapatan dari pelanggan Twitter dengan centang biru sudah tidak menjanjikan.

Baca Juga: Penyerahan Jenazah Helikopter P-1103 Diterima oleh Kapolri

Baca Juga: Penggunaan Injeksi Botox Meningkat Pasca Pandemi, Pengguna Diminta Waspada Injektor Palsu

Baca Juga: Resep Donat Lezat yang Empuk dan Mengembang Cocok untuk Ide Jualan, Bikin Pembeli Antre!

Dalam sebuah artikel reuters menulis, perusahaan dari Netflix (NFLX.O) hingga Spotify Technology (SPOT.N) telah berjuang melawan goliat California pembuat iPhone atas masalah ini, yang mengarah ke negosiasi panas dan pemotongan khusus.

Pemerintah Korea Selatan bahkan membuat undang-undang bahwa Apple harus mengizinkan opsi pemrosesan pembayaran alternatif. Kebijakan itu akhirnya membuahkan hasil meskipun perubahannya hanya sedikit. Alternatif Apple di negara itu masih dikenakan biaya 26%.

Selain mengkritisi masalah tingginya nilai pajak yang mencapai angka 30%, Musk juga menyerang kebijakan Apple yang meminta pengembang untuk memoderasi konten dalam aplikasi yang dijual melalui App Store.

Halaman:

Editor: Igun Gunawan

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah