Betulkah Pasien Sakit Lutut Berulang Harus Minum Obat Seumur Hidup? Simak Pakar Rehabilitasi Berikut Ini

- 2 September 2023, 20:16 WIB
.Betulkah Pasien Sakit Lutut Berulang Harus Minum Obat Seumur Hidup? Simak Pakar Rehabilitasi Berikut Ini
.Betulkah Pasien Sakit Lutut Berulang Harus Minum Obat Seumur Hidup? Simak Pakar Rehabilitasi Berikut Ini /Pexels/Towfiqu Barbhuiya/

AKSARA JABAR -Kasus sakit lutut tak kunjung sembuh dan terus berulang? Apakah harus minum obat seumur hidup?  Dr Arief Soemarjono, Sp.KFR, FACSM mengatakan, penanganan kasus sakit lutut tak kunjung sembuh atau berulang tak harus minum obat seumur hidup seperti halnya pasien penyakit metabolik misalnya diabetes.

Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia itu mengatakan, sakit lutut yang berulang diakibatkan karena berhubungan dengan aktivitas atau gerak maka koreksi oleh dokter spesialis rehabilitasi.

Medik yakni pada semua aktivitas pasien yang membebani sendi lututnya. Pengobatan semisal alat bantu jalan juga dapat diberikan supaya kualitas pasien sakit lutut tetap baik.

Baca Juga: Ayah Diklaim ajadi Pemicu Kasus HIV dan Sifilis, Mengakibatkan Kasusnya Meningkat Per Tahun

"Kalau sakit lutut yang tidak sembuh atau berulang, perlu minum obat seumur hidup? Tidak. Biasanya akan kami evaluasi misalnya apakah berat badan tetap gemuk, apakah aktivitasnya masih naik dan turun tangga, jongkok, lari, loncat, apakah latihan yang diberikan dikerjakan," kata dia dalam sebuah acara kesehatan di Jakarta, Rabu.

Ini seperti halnya pernah Arief lakukan pada salah satu pasien beberapa waktu lalu. Tanpa menyebut identitas gender dan usia sang pasien, dia mengungkapkan sang pasien mengalami masalah lutut akibat naik dan turun tangga ke lantai enam selama sepuluh tahun.

"Katanya buat latihan supaya ototnya kuat. Sepuluh tahun lututnya rusak. (Naik dan turun tangga supaya otot kuat) itu salah satu informasi yang salah," kata Ketua Komite Medis Klinik Flex Free itu.

Baca Juga: Rekomendasi Film Horor yang Wajib Kamu Tonton, Dijamin Bikin Tegang

Kelainan pada muskuloskeletal atau sendi, tulang dan otot berhubungan dengan aktivitas, bukannya makanan seperti pada penyakit lain semisal metabolik.

Pengobatan atau penanganan pada kasus pun sebenarnya tak mesti dalam bentuk pemberian obat, melainkan dapat juga melalui ramuan latihan tertentu untuk pasien, pemberian edukasi hingga pemberian alat bantu berjalan.

Selain itu, bisa juga dengan injeksi pelumas sendi dengan bantuan USG Muskuloskeletal, dan terapi regeneratif seperti Prolotherapy, Platelet Rich Plasma (PRP) muskuloskeletal, ataupun secretom.

Baca Juga: Ketahui Manfaat Bawang Putih Bagi Kesehatan, Salah Satunya Menurunkan Risiko Kanker

"Sendi sakit enggak boleh makan sayuran hijau, itu pengertian yang masih banyak di luar sana yang salah. Semua penyakit otot, tulang, sendi sebagian besar tidak ada hubungannya dengan apa yang kita makan, kecuali asam urat," tutur nya

Kemudian, demi mencegah terkena masalah muskuloskeletal khususnya lutut, Arief menyarankan orang-orang memiliki berat badan ideal dan menerapkan gaya hidup sehat.

Bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga pernah mengalami sakit lutut, maka sebaiknya lebih waspada menjaga berat badan dan menghindari olahraga atau aktivitas yang tak terlalu membebani lutut seperti lari dan loncat.

"Skrining, keluarga ada yang sakit lutut enggak, kalau ada hati-hati karena genetik juga berperan, harus hati-hati, berat badan tidak boleh naik, olahraga enggak boleh loncat, lari. Deteksi dini kalau lututnya sakit, bengkak, kemerahan, wah ini bisa terjadi sesuatu, atau kaki bangun tidur kaku kurang dari setengah jam," demikian pesan dr. Arief.***

Editor: Iing Irwansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah