Soal Pemberian Visa Israel, Fadli Zon Tolak Bangun Hubungan dengan Zionis Sebelum Palestina Merdeka

- 1 Desember 2020, 09:45 WIB
Fadli Zon
Fadli Zon /YouTube DPR RI/

AKSARAJABAR- Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI yang juga pernah meraih Penghargaan Bintang Mahaputera Nararya, Fadli Zon menegaskan, jika kebebasan negara Palestina tidak dikembalikan kepada rakyat Palestina maka selamanya Indonesia harus menentang kependudukan Israel.

"Kita menolak. Upaya normalisasi hubungan dengan negara Israel tidaklah dapat diterima, karena itu harus dihentikan kebijakan yang memberikan visa kepada warga Israel," kata Fadli seperti yang dilansir Aksara Jabar dari Dpr.go.id, Selasa, 1 Desember 2020.

Pria bergelar Tuanku Muda Pujangga Diraja itu mengatakan, jika dirinya ditanya apa yang diprioritaskan oleh Palestina, maka tanpa ragu ia akan menjawab adalah untuk mendapatkan lebih banyak lagi dukungan politik dari Merah Putih.

Baca Juga: Bela Hak Merdeka Palestina, PKS Serang Pemerintah dan Minta Pembatalan Calling Visa bagi Israel

"Pendirian semacam ini tidak boleh melemah. Harapan bagi negara Palestina yang merdeka, demokratik dan berdaulat harus dipertahankan," ujarnya.

Sejak dibentuk pada tanah yang dicuri pada tahun 1948, lanjut Politisi Fraksi Partai Gerindra itu, Israel terus mengerahkan berbagai upaya untuk mendelegitimasi Palestina sebagai negara dan bangsa. Normalisasi yang dilakukan oleh negara-negara Arab telah dianggap sebagai kemenangan bagi Israel.

"Saya garis bawahi, normalisasi adalah satu kesalahan. Perampasan dan juga pengusiran terhadap warga Palestina dari tanah mereka dan mengancam mereka adalah kebijakan dan hal yang selalu dilakukan Israel di lapangan. Termasuk juga pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama tujuh dekade terakhir. Karena itu dibutuhkan langkah-langkah besar yang bisa menentang kekeraskepalaan Israel," tukasnya.

Mantan Wakil Ketua Tim Pengawas Pengadaan Beras Bulog itu menyampaikan beberapa poin yang menurutnya dapat dimanfaatkan untuk memberikan tekanan besar terhadap Israel, suatu langkah yang dapat menghentikan penjajahan atas Palestina.

"Pertama adalah terus menyuarakan pengakuan terhadap negara Palestina, baik dalam setiap momen, setiap forum, setiap wadah dan sarana dapat dimanfaatkan untuk tujuan ini. Hanya sedikit negara yang belum memberikan pengakuannya. Namun sebagian besar bangsa dunia berdiri bersama Palestina. Dan sekarang kita harus menyatukan semua negara dan bangsa ini untuk melawan Israel," paparnya.

Halaman:

Editor: Iing Irwansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah