Psikolog Sebut Pamer Hidup Mewah Tanda Jiwa Sedang Ada Masalah

- 3 Maret 2023, 12:00 WIB
Ilustrasi flexing - Psikolog Sebut Pamer Hidup Mewah Tanda Jiwa Sedang Ada Masalah.
Ilustrasi flexing - Psikolog Sebut Pamer Hidup Mewah Tanda Jiwa Sedang Ada Masalah. /Pexels/WoodysMedia

AKSARA JABAR - Psikolog sekaligus Dosen dari Universitas Gajah Mada (UGM), Novi Poespita Candra menyebut kebiasaan seseorang pamer hidup mewah biasanya jiwanya sedang terdapat masalah.

"Orang yang senang hidup bermewah-mewahan menganut hedonism yaitu hidup mengejar pleasure atau kesenangan. Hedonism ini muncul karena biasanya ingin mengurangi rasa sakit (pain) dalam jiwanya misal rasa kelelahan jiwa, kehilangan makna hidup, rasa bersalah dan lain-lain yang muncul," ujar Novi dikutip Aksara Jabar dari ANTARA pada Kamis, 2 Maret 2023.

Baca Juga: Siswa Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Kemenkes Ingatkan Aspek Keamanan dan Pemenuhan Gizi

Novi menjelaskan, kebiasaan gaya hidup mewah dan dipamerkan melalui media sosial akan semakin kuat kecenderungannya jika menemukan lingkungan yang sesuai.

"Jadi selain gaya hidup karena cara berpikir, maka lingkungan dia yang 'sama' membuat perilaku hedonism ini semakin menguat. Dalam teori behavioristik, adanya reinforcement positif dari lingkungan akan memperkuat sebuah perilaku," jelasnya.

Baca Juga: Rokok dan Vape Lebih Bahaya Mana? Simak Penjelasannya di Sini

Pada kesempatan tersebut, ia menyayangkan terkait pamer kemewahan yang dilakukan oleh oknum pejabat. Menurutnya, pelayan publik justru harus menginspirasi masyarakat.

"Saya kira pejabat harus jadi pemimpin. Pemimpin berarti hidup dengan gagasannya dan tindakannya yang menginspirasi. Otomatis kalau value hidupnya ini, maka mereka akan tidak bersandar pada kehidupan materialistis," tambahnya.***

Editor: Iing Irwansyah

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah