Hadapi Idul Adha 2022, Pemprov Jabar Siap Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban Sehat

- 30 Mei 2022, 10:58 WIB
Ilustrasi hewan kurban di Idul Adha
Ilustrasi hewan kurban di Idul Adha /Pixabay/Couleur

Secara persentase, daerah terjangkit PMK di Jabar 74 persen. Dari 627 kota hanya 97 kecamatan terjangkit PMK.

Baca Juga: Calon Jamaah Haji yang Tidak Bisa Berangkat Karena Pembatasan Usia, Kemenag: Berpeluang Tahun Depan

Kemudian desa/kelurahan 125 atau 2,09 persen dari 5.957 desa kelurahan di Jabar.

"Jadi Jawa Barat masih terkendali walaupun secara kabupaten/ kota ada 20," jelasnya.

Menurut Arifin, penyebaran kasus PMK di Jawa Barat lebih disebabkan karena lalu lintas kedatangan hewan ternak dari luar provinsi Jabar.

“Kalau kita _tracing_penyebarannya bertambah karena lalu lintas. Lalu lintas yang kemudian sudah kita optimalkan, cek poin kerja sama dengan kepolisian. Masih tetap kan datangnya jam 1 malam kemudian ke jalur alternatif kita susah mengecek semuanya. Nah penularan ini memang dari lalu lintas yang masih tetap terus berjalan," ujarnya.

Arifin menambahkan, untuk membantu petugas kesehatan hewan di kabupaten/kota yang jumlahnya masih sedikit, pihaknya akan menurunkan tim dan dokter hewan dari provinsi serta dari asosiasi dokter hewan.

"Kita akan bikin para petugas kesehatan walaupun ada pos kesehatan hewan di masing-masing kabupaten/ kota, kemudian kita turunkan juga teman-teman dokter hewan dari provinsi kerja sama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia, ada delapan komisariat di Jabar kita turunkan untuk membantu temen-temen karena dokter hewan di kota/kabupaten sedikit," tuturnya.

"Kita perbantukan juga melalui turun ke lapangan, melalui mengedukasi dan juga untuk melihat hewan seperti apa yang sehat karena gejala klinisnya sangat gampang," tambahnya.

Baca Juga: 17 Ribu Calon Jamaah Haji Indonesia Terancam Batal Berangkat Jika Belum Divaksin Covid-19 Dosis ke Dua

Halaman:

Editor: Tiara Maulinda

Sumber: Humas Jabar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah