Kasus Kematian dan Positif Covid 19 di Subang Kembali Tinggi, Lebih dari 80 Persen Ruang Perawatan RSUD Penuh

- 11 Juni 2021, 13:00 WIB
Ilustrasi Covid 19.*
Ilustrasi Covid 19.* /pixabay.com/coyot

AKSARAJABAR - Penyebaran Covid 19 di Kabupaten Subang kembali tinggi, Satgas Covid 19 beri aba-aba lampu kuning.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekertaris Satgas Covid Kabupaten Subang, Komara pada Rabu 9 Juni 2021.


"Iya lampu kuning, besok (red:hari ini) kita akan Rakor dengan Pemda, pasalnya angka postif dan kematian Covid 19 melonjak naik," ungkap Komara.

Baca Juga: Sinopsis Film Bunraku: Kisah Pemuda Habiskan Hidup dengan Balas Dendam, Biskop Trans TV Malam Ini 23.30 WIB

Selain itu, 80 persen tempat tidur di RSUD Ciereng juga terisi penuh, hal lain yang menjadi kewaspadaan Satgas Covid 19 di Subang.

"Baru saja hari ini, terkonfirmasi 35 orang positif di Kihiyang Binong, dari klaster hajatan," tambahnya.

Maka dari itu, dia menyampaikan bahwa Satgas Covid 19 Kabupaten Subang akan pertimbangkan menghentikan sementara gelaran hajatan di Kabupaten Subang, dengan adanya kasus tersebut.

Baca Juga: Sinopsis Film Pele: Birth of a Legend Bioskop Trans TV Malam Ini 21.30 WIB Jumat 11 Juni 2021

Saat disinggung soal aba-aba lampu kuning akan mempengaruhi rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Komara menyebut masih dalam kajian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang.

"Itu masih dikaji oleb Disdikbud dengan Satgas, apa mempengaruhi atau tidak, belum dapat dipastikan," katanya.

Pada kesempatan yang lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tatang Komara mengaku jika Kabupaten Subang telah siap selenggrakan PTM, hanya saja memang tidak digeneralisir.

Baca Juga: Nonton Live Streaming Uttaran ANTV Jumat 11 Juni 2021 Episode 246, Ichcha Tertabrak Truk?

Melainkan dipilih, hanya sekolah-sekolah tertentu yang secara survey ke lapangan langsung oleh tim Disdikbud Subang, dianggap memenuhi syarat selenggarakan PTM.

"Kami sangat ketat dan selektif terhadap kesiapan sekolah untuk PTM, kata kuncinya tetap keselamatan jiwa. Maka kita tidak generalisir ya, semua bisa PTM, tidak. Hanya sekolah yang sudah siap sarana penunjang penerapan Prokes saja yang kita perbolehkan nanti," tukasnya.***

Editor: Igun Gunawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah