Gaza Palestina Alami Krisis Listrik, Jubir Perusahaan Distribusi Listrik Desak Israel Buka Pintu Penyebrangan

- 18 Mei 2021, 15:15 WIB
Ilustrasi - Kerusakan kendaraan akibat konflik antara Israel dan Palestina.
Ilustrasi - Kerusakan kendaraan akibat konflik antara Israel dan Palestina. /REUTERS/Ronen Zvulun


AKSARA JABAR - Kondisi terbaru Gaza Palestina alami krisis listrik akibat gempuran Israel tanpa henti.

Serangan Israel yang sudah memasuki pekan kedua membuat masalah baru. Salah satunya adalah mengenai pasokan listrik.

Dikutip Aksara Jabar dari Pikiran Rakyat dari judul berita Israel Gempur Palestina Tanpa Henti, Gaza Mulai Alami Krisis Listrik, Juru Bicara Perusahaan Distribusi Listrik Palestina Mohammad Thabet mengatakan bahwa kondisi pasokan listrik di Gaza Palestina akan kehabisan bahan bakar.

Baca Juga: Konflik Berkepanjangan Palestina-Israel, Anak-anak dan Wanita Jadi Korban dalam Serangan Ganas yang Terjadi 

Sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency, dalam beberapa hari pasokan listrik di Gaza Palestina akan berhenti beroperasi karena kehabisan bahan bakar.


"Israel mencegah masuknya bahan bakar untuk pembangkit listrik di Gaza," kata Mohammad Thabet dalam sebuah konferensi pers di Kota Gaza seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Kemudian Thabet mendesak Israel untuk membuka kembali pintu penyeberangan Kerem Shalom, satu-satunya penyeberangan komersial yang berfungsi di Gaza untuk memungkinkan masuknya bahan bakar ke wilayah Palestina.

"Bahan bakar yang tersedia cukup untuk mengoperasikan pembangkit listrik hanya untuk dua atau tiga hari," ujar Thabet.

Thabt menaksir kerugian yang dialami akibat serangan Israel mencapai 8 juta dolar AS.


Selain itu, Berdasarkan Rilis Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 200 warga Palestina telah tewas, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita, dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak pekan lalu.

Halaman:

Editor: Iing Irwansyah

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah